24/06/15

Kembali Lagi Hotel Novotel Jika Harus Berada di Bogor



Ketika toiletry menjadi obat kenyamanan menggantikan pelayananan.

TERUS TERANG KOTA BOGOR tidak pernah menjadi pilihan untuk dikunjungi. Apa, ya, yang menyebabkan demikian? Karena kotanya seputaran itu-itu saja? Karena kesemrawutan-nya? Apa karena tidak-teraturnya segala hal yang ada di kota tersebut? Jika memang bisa, saya selalu menghindari untuk berkunjung ke kota Bogor. 

Minggu 7 Juni 2015 yang lalu saya terpaksa harus singgah di Bogor untuk bisa pergi dengan cepat ke Taman Safari Indonesia di Cisaura, ke-esok-an harinya. Tidak ada pilihan lain ketika harus menginap di Bogor, selain Novotel Bogor Golf Resort & Convention Centre.

Keberadaan Novotel yang sangat jauh dari kegaduhan kota, menjadi alasan utama untuk menginap di hotel yang sudah lama berdiri tersebut. Kesan tua sudah dipastikan langsung tertangkap, meskipun tampak ada beberapa usaha untuk menyegarkan suasana. Serasa di hotel tua di Bali, kata istri.


Ya sudah, terkadang kita harus memaklumi keadaan. Bisnis hospitality itu bukan perkara yang mudah dimengerti untuk bisa bertahan lama. Apalagi jika hotel jauh dari mana-mana. Ongkos kerja per harinya akan sangat berat jika hotel tersebut hanya ramai di akhir pekan dan hari-hari libur. 

Hotel Novotel Bogor ini bagi saya dari dulu sangat kekeluargaan sekali suasananya. Memang cocok untuk leyeh-leyeh sepanjang hari di semua sudut hotel. Taman-tamannya yang luas, cafe nya yang nyaman, udaranya yang asri. Namun sayang, hal tersebut tidak dibarengi oleh sikap hangat kekeluargaan sebagian staf hotel yang kala itu bertugas (terutama yang di tempatkan di bagian depan). Mereka tampak selalu tertunduk, bukan sebagai tanda hormat kepada tamu, tapi asik tertunduk ngotak-ngatik telepon genggamnya. Mungkin saya kolot, tidak senang dengan kelakuan manusia modern seperti itu. 

Lagi-lagi ini saya harus memakluminya. Maklum, para staf hotel juga harus terlihat tidak ketinggalan zaman.

Mengunjungi Kembali Taman Safari Indonesia



Sekian lama tak ke sana, ternyata taman ribuan binatang ini masih mujarab memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan bagi keluarga Indonesia.


“WOAW, WOAW, WOAW!,” tak henti-hentinya kami ternganga takjub dengan sedikit ketakutan bercampur gembira yang amat sangat. Mungkin ini kali keduanya saya maupun istri melihat kembali keajaiban Taman Safari Indonesia semenjak masing-masing dari kami  ke sana ketika masih kecil untuk pertama kalinya.

Kenapa taman hiburan tersebut baru kali ini terpikirkan untuk kami kunjungi? Bahwa sesungguhnya Taman Safari bukan hanya untuk hiburan sekaligus edukasi bagi anak-anak, tapi bagi saya pribadi ini sebuah pengalaman hiburan yang menyenangkan untuk orang dewasa juga!

06/01/15

Mereka Kembali ke Indonesia



Sebuah persahabatan terjalin di Hyde Park, New York. Kini mereka di Jakarta. “Semua harus terlaksana,” begitu ambisinya.


“FIRST OF ALL, THIS IS OUR HOMELAND,” Ivan Wibowo mengatakan itu dengan tenang, ketika ditanya alasannya pulang ke Indonesia. “Secondly, I was intrigued by a question from buddy of mine: ‘What is the best restaurant in Indonesia that I would love to try?’ That moment I can’t give any answer. Comfort food? Street food? But Indonesian restaurant? Where? I can’t think of any Indonesian restaurant in Indonesia. I completely don’t know the answer to that kind of question. So my dream is to make Indonesia more accessible in terms of produce for chef like us. So that we can see more things, play with it and putting creativity into it. That one day I can see a restaurant that stands for ‘The Best Restaurant in Indonesia’. Shall we?” 

Kembali


DI LADANG YANG TAMPAK SUBUR, Jacob terbangun. Secara tiba-tiba. Hari itu, bocah dari Amerika yang kelak mengguncangkan suasana kotanya, muncul begitu saja, menyembul di hamparan padi yang tergenang air. Usianya delapan tahun. Dan dia berada di Cina. Kuyup. Sendiri.

Jacob hidup kembali dari tidurnya yang panjang akibat tenggelam dan terbawa hanyut sungai di tahun 1982. Dia, kemudian menjadi pembuka babak baru bagi kehidupan penduduk Arcadia, Missouri, dimana hidupnya terbalik ketika orang-orang yang mereka cintai kembali dari kematian.


DI SEBUAH DESA, seorang pria terbangun dari mimpi buruk yang telah menjadi kenyataan. Dia, juga, kembali dari tidurnya yang suram. Dia hidup kembali. Diberi kesempatan kedua. 

13/05/14