19/08/17

Oleh-Oleh Dari Dunkrik


CREDIT: GETTY

MENCEKAM. SEPANJANG PERJALANAN Dunkrik, saya dan istri berusaha sekuat tenaga melawan keinginan bicara, untuk berkomentar. Kami dibuat duduk dalam diam, untuk memperhatikan. Mungkin hanya “Argh!”dan “Gila!” yang terucap terus-menerus keluar dari mulut. Christopher Nolan mampu mempertahankan ketegangan dramatis alur cerita.

Tepuk tangan dari kami, untuk Dunkrik. Sebuah film fiksi yang dibuat dari peristiwa nyata pada akhir Mei dan awal Juni 1940 di Dunrik, pesisir Prancis. Cerita potongan sejarah yang gelap ditampilkan dengan sangat berkilau. Emosional. Menyentuh perasaan; mengharukan. Beberapa kali, aliran mata menghiasi wajah kami berdua. Keindahan visual yang sepi. Bisu. tak tergesa-gesa; tenang; santai, namun memicu deg-deg-an dengan menawan.

Dunkirk adalah tentang penderitaan dan keberanian. Tentang individu yang kurang peduli diri mereka sendiri demi kebaikan yang lebih besar. Mereka merindukan pulang. Ke rumah. Ke dalam kenyamanannya. Untuk terus hidup. Dan menjalankan kembali kehidupannya.

CREDIT: GETTY

Selepas keluar bioskop Twenty One, tak hentinya saya dan istri terus membahas apa yang baru saja kami saksikan. Saya memprediksi film ini bakal banyak masuk nominasi Oscar dua ribu delapan belas nanti. Istri saya bertanya, “Mana Tom Hardy-nya ya?”. Saya pun baru ingat. Iya, sempat sekilas baca review di koran, Hardy berperan di film ini, tapi peran yang mana, saya tidak ngeh. Pun saya lupa memperhatikan siapa saja aktor-aktor lain yang ikut bermain peran. Kami berdua hanyut ke tengah-tengah Drunkik, sampai membuat kami tidak memperhatikan nama-nama penokohannya.

Di  perjalanan pulang, saya izin mau berbelok arah dulu. Terlintas tiba-tiba ingin membeli stroberi. Namun istri malah bertanya, “Itu siapa saja ya yang berperan. Agak familiar sama satu orang itu, Pap. Lupa...”.

Tiba di toko langganan, stoberi yang ada semuanya imporan. Heran. Tidak biasanya stoberi lokal absen tampil di rak buah-buahan. Harus jemput anak di rumah kakak, saya jadi tak sempat mencari stroberi di lain tempat. Perjalanan pulang kami lanjutkan. Hari semakin sore. Ternyata di area sekitar tempat kami tinggal pun stoberi lokal memang sedang sulit ditemukan. Apa sebabnya, tidak lantas saya pikirkan. Minta petik di lahan sebelah bisa dilakukan jika saja saya sedang berada di Soreang.

12/08/17

Mengungkep, Bukan Mengumpat




“Beli satu ekor ayam pejantan hidup ukuran besar, minta potong menjadi delapan bagian. Ambil bagian dalamnya juga, pap. Ati, usus, ampela. Jangan lupa cekernya diminta. Atau beli lebih banyak cekernya deh. Ragasastra doyan soalnya. Sampai rumah, bersihkan. Lumuri dengan perasan air lemon supaya tidak amis. Diamkan selama lima belas menit, cuci kembali.”

07/08/17

Menghayati Tumbuhan



Tuhan menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, serta zaitun dan delima yang serupa bentuk dan warnanya dan tak serupa rasanya. Dia menyuruh untuk memakan buahnya apabila tumbuhan berbuah. Dengan kehendak-Nya juga manusia dihidupkan. Diberikan-Nya alam, beserta isi yang berlimpah. Supaya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh kita, manusia. Umat-Nya.

Tumbuhan menjadi materi dasar bagi terjadinya kehidupan di bumi. Tumbuhan hanya ditemukan di bumi yang mempunyai cadangan air. Tumbuhan diturunkan ke bumi untuk keuntungan manusia dan hewan. Dia menciptakan tumbuhan sebagai sumber makanan bagi makhluk hidup-Nya.