30/05/16

Vakansi Bersama White Shoes And The Couple Company



Saya bukan fans fanatik dari band ini, namun acapkali ketagihan menonton aksi panggung dari White Shoes And The Couple Company (WSATCC). Masih ingat di kepala, saat WSATCC mengguncang sebuah pub. Suasana-nya, keceriaan, hiruk pikuk bercampur asap rokok, berdendang bersama, bergoyang sepanjang malam. Membuat semua hati gembira. Riang. Riuh.

Malam kemarin saya memenuhi undangan pemutaran film dokumenter "White Shoes And The Couple Company di Cikini". Seusai tutup layar, tiba-tiba mereka tampil dari balik pintu. Woa! Sangat tidak terduga. Ardo, yang mengundang saya, tidak bilang akan ada penampilan musik. Kaget.



Namun malam itu saya tidak bisa menikmatinya dengan perasaan riang. Hati saya malah terluka. Perasaan sedih muncul tiba-tiba. Saya langsung teringat masa-masa sedang diuji hebat oleh Tuhan. Album Vakansi merupakan soundtrack saya ketika menghadapi masa "sulit". Dia menemani di perjalanan masa penyembuhan. Sempat mengira musik White Shoes And The Couple Company-lah pengiring perjalanan saya menuju Tuhan.

Dalam keadaan mengandung, istri saya pernah menulis sebuah pesan di jejaring sosial, sesaat saya di giring pada sebuah ruang.

"Sahabat-sahabatku tercinta. Dari proses awal mula pencarian penyakit hingga proses pengobatan, baik medis hingga non-medis, pagi ini aku meminta doa untuk suamiku agar diberi kelancaran atas operasi pengangkatan yang rencananya akan dilakukan jam sembilan pagi ini.

Mohon maaf selama ini aku dan suami tidak banyak berceita, karena jujur ujian ini sangat berat bagi kami terutama suamiku. Segala bentuk perjuangan tentunya menjadi hikmah dan berkah bagi keluarga kami. Mohon maaf juga jika suamiku dan aku ada kesalahan.

Semua sakit adalah milik-Nya, begitupun dengan kesembuhan, itu milik-Nya. Jadi, terima kasih banyak atas kepeduliannya terhadap suamiku. Jangan pernah berhenti mendoakannya. Motivasi dan support menjadi kekuatan dan berkah untukku dan khususnya untuk suamiku kedepan.

Thank you, thank you, thank you."

Sepanjang masa itu saya menangis, dan menangis. Saat melihat penampilan WSATCC kemarin, saya kembali menangis. "Sakit hati" rasanya. Teringat, juga diingatkan, bahwa saya masih berada dalam kesehatan yang harus terjaga. Namun, sakit, sangat ampuh dilawan dengan perasaan bahagia. B-A-H-A-G-I-A.

Dan kini, kebahagian bisa hadir dengan sangat sederhana. Penampilan "seadanya" White Shoes And The Couple Company malam kemarin, memberi kesan yang sempurna untuk apa yang saya rasakan.

Terima kasih tuan-nyonya Sepatu Putih atas penampilan kemarin, kehadirannya di Indonesia, juga teman di kesempatan hidup kedua.  (P)

···


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar