24/06/15

Mengunjungi Kembali Taman Safari Indonesia



Sekian lama tak ke sana, ternyata taman ribuan binatang ini masih mujarab memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan bagi keluarga Indonesia.


“WOAW, WOAW, WOAW!,” tak henti-hentinya kami ternganga takjub dengan sedikit ketakutan bercampur gembira yang amat sangat. Mungkin ini kali keduanya saya maupun istri melihat kembali keajaiban Taman Safari Indonesia semenjak masing-masing dari kami  ke sana ketika masih kecil untuk pertama kalinya.

Kenapa taman hiburan tersebut baru kali ini terpikirkan untuk kami kunjungi? Bahwa sesungguhnya Taman Safari bukan hanya untuk hiburan sekaligus edukasi bagi anak-anak, tapi bagi saya pribadi ini sebuah pengalaman hiburan yang menyenangkan untuk orang dewasa juga!


Ide untuk mengunjungi Taman Safarai ini muncul tiba-tiba setelah Ragasastra, anak kami, terpaksa harus keluar dari "sekolah" day care. Kami berusaha memberikan pengalaman-pengalamanan yang wow untuk Ragasarta paska dia "putus sekolah".

Kebetulan juga sudah kami sadari sejak lama, Ragasastra sepertinya tertarik dengan binatang, meskipun saya rasa ini lazim bagi anak kecil lainnya. Saya bersama istri mempunyai kewajiban untuk mengenalkan langsung binatang-binatang yang selama ini hanya Ragasastra lihat di buku. Maka dari itu momen pertama putus dari "sekolahnya" ini kami pergunakan untuk menjadi momen pertama juga bagi Ragasatra bertemu langsung berbagai satwa di Taman Safari Indonesia.

8 JUNI 2015 KEMARIN, KAMI WUJUDKAN RENCANA TERSEBUT. Kami berangkat satu mobil dengan salah satu keluarga sahabat kami, Rully Rubini Kain. Anaknya turut serta, Raka, yang secara tak terduga lahir di tanggal yang sama dengan Ragasastra (nanti saya akan cerita mengenai hal ini).

Kami berangkat dari Bogor untuk menuju Puncak di hari Senin. Dipilihnya hari Senin, karena kami mengganggap di Taman Safari akan lebih kosong dibandingkan dengan hari-hari akhir pekan. Ealaaah, tak disangka tak diduga, ternyata hari Senin tanggal tersebut merupakan hari pertama anak-anak sekolah libur semester. Gagal paham, kami. Ya wong anak kami belum ada yang sekolah formal, hehehe.

Maka dari itu, salah satu tips pertama dari saya untuk liburan ke tempat umum, jika menginginkan liburan yang lebih intim jauh dari hiruk-piruk manusia, ada baiknya pergi di hari-hari kerja, hindari tanggal merah dan liburan anak sekolah.

Ya sudah, jadinya kami baru bisa memasuki area Taman Safari sekitar pukul satu siang. Kami harus melewati perjalanan yang, astaga, seperti perjalanan mudik, kemacetannya. Untungnya kami memakai kendaraan yang sangat nyaman Mitsubishi Pajero Sport keluaran pertama.

Ini juga menjadi hal yang ingin saya bagikan pengalamannya. Diperlukan mobil yang nyaman dan luas untuk bisa menikmati perjalanan yang sangat dekat dengan satwa-satwa, supaya semua yang ada di dalam mobil bisa melihat dengan leluasa kanan-kiri dan depan-belakang. Tidak saya anjurkan untuk memakai mobil jenis sedan, mengingat track jalanan yang lumayan sedikit "brutal".

Kebetulan mobil tersebut dipasang V-Kool windows film yang transparan, hehehe. Jadinya kami semua benar-benar merasakan kedekatan yang sangat dengan semua satwa. Dan saya pun bisa bebas memotret tanpa halangan ketika pada beberapa area satwa yang tidak memperbolehkan buka jendela mobil.


SAKING KEASIKANNYA KAMI MENIKMATI perjalanan di antara satwa-satwa tersebut, menjelang Magrib baru sampailah kami di Taman Rekreasi. Area tersebut tempat untuk mengistirahatkan mobil dengan baik, dan kita bisa keluar untuk bermain dengan bebas. Sangat disayangkan, jadinya kami tidak dapat merasakan berbagai macam atraksi binatang, berbagai permainan, dan foto-foto bersama hewan-hewan jinak yang memang sengaja disediakan oleh pihak pengelola.

Hari sudah menjelang larut, energi kami kejar-kejaran dengan waktu. Apa mau dikata, kami harus mengakhiri wisata tersebut dengan sedikit kecewa. Namun kekecewaan kami tersebut langsung terobati manakala kami habiskan banyak waktu untuk makan! Hehehe. Banyak sekali tempat makanan yang sangat layak untuk dinikmati. Restoran khas Indonesia, food court, bakery, cafe, lengkap semuanya.

Ada tips terakhir paling penting untuk diperhatikan. Jika kita ingin menikmati dengan sangat puas segala hal yang ada di Taman Safari ini, lebih baik dari malam sebelumnya kita sudah menginap langsung di Penginapan Caravan. 

Sebelumnya kami sangat kekurangan informasi, kami tidak mengira bahwa disediakan juga tempat untuk menginap yang bisa disewa. Kami malah menginap di salah satu hotel kota Bogor, hehehe.

Jadinya ketika menginap langsung disana, dari pagi diperkirakan bisa menikmati semua hal yang ada di Taman Safari. Ini sudah jadi catatan buat saya jika ingin kembali berwisata di sana.


PENGALAMAN INI BAGI KAMI SANGAT BERHARGA SEKALI, apalagi untuk Ragasastra. Tak ternilai melihat ekspresi wajahnya setiap kali melihat hewan yang berbeda-beda. Kini Ragasastra mungkin bisa mengingat bahwa jerapah itu tinggi sekali. Kini, mungkin Ragasastra bisa merasakan bahwa gajah itu sangat tua namun kuat. Kami berusaha mengambil binatang untuk beberapa pelajaran hidup.

Memperkenalkan bentuknya, menceritakan sifat-sifat baik dan kebiasaan-nya. Kami menyukai fabel dalam salah satu pendidikan moral untuk anak kami. Berharap, kelak Ragasastra menjadi manusia degan kedalaman tingkah laku yang baik.

Kami sekeluarga pasti akan kembali lagi ke Taman Safari. Suguhan wisata yang menarik, hanya dengan Rp. 125.000,- per orang, saya merasa puas untuk liburan yang sangat terjangkau ini.   (P)

···