28/10/11

Bukan Nasib Anak Kos


Apa lagi yang bisa diperbuat oleh seorang bujangan disaat rutinitas rusuhnya awal kehidupan selalu menyapa di pagi hari? Tidak ada yang lebih bisa dilakukan selain hanya menggoreng telur yangya palingditemani dengan side dish ala kadarnya. Nasib. 


Pagi tadi saya mencoba mengadaptasi sebuah sajian dari Hix Oyster & Chop House, sebuah restoran di negara jagoan sayaDamon Albarnberasal. Restoran ini konon "indies" sekali, hehehe. Makanan yang disajikan sangat mengakar pada budaya negara tersebut. Tidak perlu jauh-jauh saya kesana, meskipun masih bujang dan mempunyai banyak waktu. Toh saya bisa menelusuri serat-serat kenikmatan makanannya dengan memasak sendiri, nyontek dari buku-nya yang sudah beredar dari tahun lalu.


Fried Duck's Egg with Spider Crab
Diadaptasi dari buku Hix Oyster & Chop House

Sedikit daging kepiting, di pasaran ada yang sudah terlepas dari cangkangnya
3-4 sendok kecil olive oil
Beberapa lembar daun bayam (semestinya sea greens, tetapi saya tak punya, hehehe)
1 butir telur bebek
Garam dan gilingan kasar lada hitam

Goreng sebuah telur dalam sebuah wajan dengan memakai olive oil, beberapa saat saja. Dan sudah kodratnya kenikmatan telur itu bisa dirasakan apabila kita tidak memasaknya terlalu matang. Setelah bagian putih telurnya kelihatan matang (mengeras), angkat, sajikan dalam sebuah piring. Lalu masukan daging kepiting ke wajan bekas gorengan telur tadi. Masak sesaat juga (karena sifat makanan laut jika kelamaan memasaknya akan alot). Lalu masukan lembaran daun bayam, oseng. Masukan garam dan gilingan lada hitam. Angkat, simpan di sajian telur. Beres.

Dan hap! Tidak sampai satu menit, masakan ini pun habis dilahap. Lalu meluncurlah saya mencari sesuap (dan yang mau disuapi) berlian.  (P)