16/02/12

Konon


            Dulu, waktu masih kecil, ibu sesekali mengingatkan saya supaya jangan terlalu sering makan coklat, “Nanti kamu batuk, loh,” itu yang beliau katakan. Dan saya lupa apakah pesannya itu benar-benar terbukti atau tidak. Saya lupa, setelah memakan coklat yang, ya, sanggup saya habiskan beberapa batang sekaligus itu apakah benar-benar langsung membuat saya sakit batuk atau tidak. Saya lupa. Saya anggap itu sebagai konon katanya saja.
            Namun, rupanya pesan ibu itu terbukti. Seminggu yang lalu, saya menghabiskan sebatang coklat sekaligus di pagi hari, bukan sulap bukan sihir, tenggorokan saya langsung sakit, dilanjut dengan suara yang menghilang, disambung kembali dengan batuk-batuk kecil, dan beberapa hari kemudian disertai flu, menjadi sedikit demam, kemudian batuk bertambah parah, kacau.
Kacau memang. Ternyata pesan itu benar-benar bisa terjadi. Saya heran, kenapa bisa begitu. Apa hubungannya coba? Tetapi, ya, apa mau dikata, itu benar-benar terbukti dan teralami oleh saya sendiri. Ibu selalu benar, ya, pada akhirnya, hehehe. Anak sih, dengar saja apa yang dinasihati. Dilematis. Hehehe.


Menyadari suara saya berubah karena sakit, di seberang telepon sana menganjurkan saya untuk membuat minuman kesukaannya di Bebek Bengil Ubud. Konon bisa membuat tenggorokannya enak. Dahi saya langsung berkerut, mencoba menalarakan hubungan antara minuman tersebut dengan sakit tenggorokan.
Mengingat perjalanan hidupnya sedikit lebih lama, saya merasa tidak ada salahnya untuk coba nasihat dia, karena dia pun sudah pantas untuk menyandang predikat seorang ibu, hehehe. Jadi saya sedikit mau menuruti saja apapun pesan seorang—atau yang akan menjadi—ibu, hehehe.
Dan ternyata itu terbukti! O-ow, hahaha. Manjur!
Memeras dua jeruk lemon lalu menyeduhnya dengan air hangat, kemudian menambahkan dua sampai tiga sendok madu ternyata benar-benar terbukti mampu melegakan tenggorokan saya. Hahaha. Dengan satu batang sereh yang bawahnya sudah digeprek ini, terbukti mampu mengucek tenggorokan dengan baik. Hangat-melegakan oleh asam yang sesekali ternodai manisnya madu. Mantap sekali. Memang ya, pesan seorang ibu selalu benar! Hehehe.
            Akhirnya minuman sederhana ini menjadi teman baik saya di pagi hari selama beberapa hari. Lumayan, kondisi tenggorokan saya berangsur membaik.
            Terima kasih, ibu :)
            — (P)