17/02/12

Dua Saus Andalan, Belakangan Ini


             Di dalam sebuah rumah yang diisi oleh anggota keluarga yang bisa masak, umumnya akan mempunyai sambal atau saus olahan sendiri yang kelezatannya sudah melewati uji coba lidah anggota keluarga lainnya. Ibarat kata, sambal itu sudah di-sah-kan sebagai ciri khas keluarga.
            Beragam sambal dan saus yang saya ketahui, dari negeri sendiri sampai menjelajah bumi, meskipun mempunyai nama yang sama antara satu dengan lainnya, pasti akan berbeda rasa dan tidak akan pernah sama rasa. Meskipun memakai bahan yang sama, tetap saja rasanya akan ada yang beda, karena beda pembuat pasti akan beda pula hasilnya.
            Sambal dan saus sering juga dijadikan salah satu “signature dish” bagi mereka yang doyan masak. Namun, sampai saat ini saya tidak mempunyai signature sauce sama sekali! Hahaha. Bukan perkara yang gampang untuk membuat sebuah ciri tertentu pada sebuah sambal atau saus. “Kelayakan”-nya harus teruji beribu-ribu kali sampai bisa menghasilkan sambal atau saus yang selalu sama dengan rasa yang tidak berubah-ubah.
            Target saya tahun ini, nih, untuk menghasilkan signature sauce sendiri. Harus.


            Mengingat signature sauce sifatnya sangat personal. Maka saya pun senang berenang-renang di literan sambal atau saus kreasi orang, yang secara tidak sengaja menggambarkan pribadinya masing-masing. Salah satunya adalah kreasi teman lama saya, Salsa Sauce by Chef Downey a.k.a. Arifin Windarman a.k.a. Ipin.
            Salsa sauce ini menjadi “pajangan” kulkas saya dari beberapa bulan ke belakang. Kreasinya Ipin menjadi andalan saya berdampingan dengan Pasta Sauce’s Jamie Oliver. Karena menggunakan bahan-bahan alami yang segar, tidak heran salsa sauce ini harus segera habis jika baru dipesan dari si empu pembuatnya. Antara harus habis karena memang menikmati dan harus habis karena takut basi. Beda tipis perbedaanya, hahaha.


            Bagi saya, sudah seharusnya salsa sauce seperti ini. Tomatnya benar-benar terasa segar, tidak pedas, dan tidak kental.  
            Salsa sauce-nya Ipin seringnya saya pakai untuk cemilan. Namun terkadang saya pakai juga sebagai teman omelet untuk sarapan. Terdengar ngasal? Justru itu kelebihannya saus-saus andalan ini. Bebas bisa dicampurkan sesuai selera. Bahkan saya beberapa kali memakai pasta sauce bang Oliver untuk campuran nasi dan mie goreng, hahaha.
            Saya senang menimbun banyak kedua saus ini. Biasanya saya gunakan malam-malam ketika saya merasa malas untuk memasak. Saya masukan kategori P3K, Pertolongan Pertama Pada Kelaparan, hahaha. — (P)