27/05/11

Roa Olio



Baru tahu saya, akan adanya sambal roa, hehehe. Tenyata sambal ini berasal dari Manado (Sulawesi Utara) yang berbahan dasar ikan (namanya) roa. Setelah saya cari-cari informasi, ternyata sambal roa pembuatannya tampak tidaklah sulit. "Hanya" tercipta dari tomat merah, cabai merah, bawang putih dan bawang merah, garam, gula pasir dan minyak goreng. Menjadi sedikit sulitnya, mungkin, untuk mendapatkan si ikan roa-nya itu, karena konon ikan ini hanya ada di Manado.

Beruntung bagi saya, bisa mendapatkan dan mencicipi apa itu sambal roa. Sebagai warga Indonesia, sekaligus orang Sunda, saya sangat menyukai sambal. Bukan (sambal) botolan, tentunya. Saya menyukai beragam sambal yang terbuat dari bahan-bahan segar. Beruntung juga sekarang ini banyak teman-teman di sekeliling yang berjualan makanan. Ini sebuah hal yang menyenangkan!

Nah, sambal roa ini saya peroleh dari seorang teman. Kakak kelas, dulu, ketika kuliah. Saya membelinya setelah setiap hari "direcoki" promosi sambal ini di ranah Twitter. Hahaha, sosial media memang media yang ampuh untuk berdagang! Coba sapa dan tepuk @cindaga di alam Twitter untuk pemesannya.

Pagi dimana hari itu membeli, saya langsung berpikir untuk membuat masakan yang bisa berkolaborasi dengan sambal roa. Saya sempatkan hari itu untuk belanja bahan makanan. Ada beberapa makanan yang akan saya masak dengan memakai sambal roa ini. Dan yang pertama, telah saya lakukan kemarin, yaitu memasak spaghetti. Hahaha. Ngarang, sih, ini. Tetapi dalam pikiran saya sepertinya akan klop, kalau saya membuat spaghetti oglio olio dengan rasa sambal roa. Oglio olio itu, kan, oily. Dan terkadang lekat dengan cita-rasa asin, juga sedikit pedas. Saya merasa akan cocok jika berpadu dengan sambal roa.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencari resep spaghetti oglio olio. Cari-dicari, bertemulah saya dengan laman dari si lucu Rachael Ray. Saya mendapati sebuah resep berjudul aduhai; Spicy Shrimp and Spaghetti Agilo Olio (Garlic and Oil). Hmmm, dari namanya saja masakan ini sudah terang-terangan mengaku "sangat" bawang dan berminyak. Nyammm. Maka saya pun mencobanya. Resep yang serupa dengan perubahan sana-sini dan dengan cara pembuatan yang berbeda.

Alamakkk! Rasanya benar-benar menggoda. Saya rasa kolaborasi "konyol" ini berhasil. Si spaghetti benar-benar berasa gurih meskipun tanpa penyedap rasa dan garam yang berlebih. Panas! Panas! Sekujur badan saya kepanasan ketika melahap habis makanan ini. Si udang pun rasanya bisa tampil bersahaja bersanding dengan sambal roa. Alasan lain makanan ini enak juga karena pemakaian bawang yang banyak. Hampir sepuluh! Hahaha. Benar-benar gurih dan pedas!