21/04/11

Pancaroba


Di beberapa negara, musim panas sudah mulai tiba, bahasa kerennya summer. Di negeri ini, tepatnya di kota saya berada, sedang berlangsung peralihan musim. Setiap harinya cuaca jadi tidak menentu, kadang hujan kadang panas, pagi hujan sore panas, atau seharian hujan malamnya cerah disertai bulan. Ya begitulahDengan situasi yang serba labil ini keadaan badan harus dijaga. Olah raga menjadi semakin prioritas, namun tentunya makan tetap mendapatkan prioritas paling utama juga. Ada prioritas lain? Ada dong; sarapan.

Tidak bisa tidak, sarapan harus benar-benar diutamakan, titik. Ini modal utama "hidup" dalam menjalani aktifitas sepanjang hari. Namun ketika kadangkala saya kebingungan untuk sarapan apa setiap paginya, tentu ini akan menjadi sedikit bencana. Apalagi disekitar rumah saya tidak ada tempat makan atau warung yang menyediakan hidangan sarapan enak. Resikonya, ya memasak sendiri. Tetapi masak apa lagi ketika saya merasa sedang tidak mempunyai timbunan bahan-bahan makanan? Saya mendapatkan jawabannya.

Baru-baru saja ada sebuah wejangan dari sebuah acara tivi. "Memasak itu bukanlah suatu hal yang sulit. Lihatlah kulkas dan lemari penyimpan makanan, cobalah untuk memasak dengan bahan-bahan yang ada," begitu katanya. Hmmm... Ya, ya, ya. Maka saya pun membuka kulkas dan lemari penyimpanan. Diam sejenak, berpikir untuk menggabungkan bahan-bahan makanan yang ada dan kemudian memasaknya menjadi sebuah makanan yang entah apa itu.

Mulanya saya tidak tahu akan memasak apa tadi pagi. Tetapi ternyata hasilnya menjadi seperti ini; Tarraaa!!!


Tampilannya "summer" sekali ya, hehehe. Saya pun tidak menyangka akan menjadi semenarik ini. Warnanya cocok, senada, yummy penampilannya. Yaaa, lagi-lagi ini hanya kebenaran saja, saya rasa, hehehe.

Awal kisahnya; saya melirik ada sisa kentang dari acara memasak untuk para sahabat seminggu yang lalu, saya kupas, kemudian merebusnya. Ketika direbus, saya baru berpikir; mau diapakan ya si kentang ini, hahaha. Saya mulai lagi dengan ke-sok-tahunya dan mulai kehilangan arah.


Melihat kulkas kembali, ternyata ada beberapa potongan sisa wortel juga, saya ambil saja. Eh, masih ada sisa jamur! Ah ya sudah saya buat omelet saja. Lalu kentang rebus tadi untuk apa? Saya belum tahu jawabannya, hahaha.


Karena sudah mulai matang, saya semakin panik akan mau diapakan si kentang-kentang itu. Mau tidak mau situasi ini mendorong saya untuk mengintip buku-buku masakan, hehehe. Ya buku siapa lagi yang pertama dibuka selain bukunya bang Jamie. Satu buku saya bolak-balik, tampak tidak ada yang cocok untuk situasi kali ini. Sampai tiba buku kedua, akhirnya saya menemukan resep mengolah kentang yang (terlanjur) direbus.

Mint Baby Potatoes
Saya adaptasi dari buku Jamie's Food Revolution.


Setelah kentang direbus matang dan cukup empuk (saya menusukan pisau untuk mengetahuinya), tiriskan dan masukan ke dalam sebuah mangkok besar. Lalu secukupnya masukan butter, garam, dan merica. Setelah itu ambil beberapa daun mint yang segar lalu iris kecil-kecil, masukan juga ke mangkok tadi. Terakhir, peras jeruk lemon ke dalamnya. 


Selesai sudah, tetapi itu untuk si kentang. Sekarang giliran membuat omelet nya. Karena sudah terbiasa, saya ambil tiga butir telur. Masukan ke dalam mangkok, beri sedikit garam dan merica, lalu dikocok. Setelah itu panaskan sebuah wajan, masukan sedikit minyak kelapa, lalu oseng tiga jamur yang sudah diiris-iris. Jangan terlalu lama mengoseng jamurnya. Angkat, masukan ke dalam mangkok kocokan telur. Selanjutnya masak kocokan telur berisi jamur itu di sebuah penggorengan. Perhatikan selalu apabila memasak telur, gunakan api kompor yang kecil supaya telur bisa matang dengan sempurna.Setelah selesai memasak telur, selanjutnya sajikan dalam sebuah piring ditambah dengan olahan kentang mint, rebusan wortel, terakhir, oleskan thousand island dressing dan mustard (kemasan). Selesai.


Aaahhh... Rasanya wuenakkk nak nak nakkk... Si telur termasak dengan sempurna (lagi-lagi kebenaran saja), tebal namun empuk, dan kematangannya pas. Masih ada lelehan-lelehan telur yang tercampur dengan thousand island dressing. Nyammm... Ini tidak eneg loh, karena ada sedikit rasa "kaget" dari si mustard.

Bagaimana dengan kentangnya? Ah... juara! Saya suka! Terlebih lagi memang pada dasarnya saya suka dengan citarasa mint dan jeruk lemon. Empuknya kentang rebus dapat membaur dengan resapan kesegaran irisan daun mint dan perasan jeruk lemon. Cesss... Maknyosss... Nyammm!


Tak ku duga, tak ku sangka, ketidak-sengajaan ini menghasilkan sajian yang berselera. Juara.