24/03/11

Semua Bermula Dari Sini


Semuanya bermula dari sebuah piknik di tepi danau yang terjadi pada akhir bulan Februari yang lalu. Ide piknik tersebut muncul begitu saja dalam sebuah obrolan selepas menonton konser Duncan Sheik, di Hard Rock Cafe Jakarta. Saya bercerita bahwa saya sekarang mempunyai kegemaran baru, yaitu memasak. Tanpa bermaksud apa-apa, saya ceritakan saja semua kebodohan dalam memasak dan ketidak-sengajaan saya ketika akhirnya bisa membuat suatu masakan.

Singkat cerita, saya ditodong untuk memasak. Saya katakan, "Siapa takut?", maka terciptalah sebuah hutang dan beban dalam pundak saya kala itu. Beban? Ya, beban. Bagaimana tidak, saya hanya pemula dalam urusan memasak. Amatiran, kelasnya pun ikan teri. Ya, tapi siapa yang berani "mundur" ya ketika semuanya itu terjadi di hadapan dua orang perempuan. Gengsi dong kalau mundur, hehehe.

Dan rencana pun terjadi. Piknik! Saya memilih danau Cileunca di Pangalengan, daerah Bandung Selatan.


Awal  dari perjalanan piknik sebenarnya menyimpan suatu hal yang kurang menyenangkan, karena di luar rencana semua orang yang ikut (enam orang, belum termasuk saya) datang dengan sangat terlambat. Ini sangat membuat mood saya turun. Jelas saja, karena saya tahu lumayan membutuhkan waktu lama untuk menuju danau Cileunca, dan saat itu cuaca sedang tidak menentu. Kekhawatiran saya pun terjadi, perjalanan kami diiringi hujan. Dan sesampainya disana, suasana sudah mulai gelap. Ya apa boleh buat, the show must go on.


Maka saya pun melupakan hal yang tidak menyenangkan tersebut. Saat itu saya hanya ingin konsentrasi supaya semua rencana masakan saya bisa terwujud dengan baik. Adapun sajian makanan yang saya masak adalah; Sop Tomat Iga Kacang Merah, Bakakak Ayam (dengan home made butter), Pepes Udang Asap Bumbu Merah, Daging Sirloin Bumbu Rajang, Nasi Liwet Asin Peda, dan Cah Kangkung. Dilengkapi minuman Stroberi Mint.

Sayangnya semua peristiwa tersebut tidak didokumentasikan dengan baik. Pun ada yang membawa kamera, tetapi tidak terpakai secara maksimal karena si empunya ikut membantu saya memasak.

Piknik sambil memasak berlangsung hingga larut malam, dalam kegelapan! Hahaha... Ya, saya masak dalam kegelapan, yang hanya ditemani obor dadakan serta lampu senter. Dan benar saja, masakan saya sedikit terganggu dengan keadaan itu. Daging sirloin yang saya bakar tidak terolah dengan baik. Namun ya sudahlah, toh sebagian masakan saya itu katanya enak. Puji Tuhan, semua teman-teman saya bisa menikmatinya.



Berselang lama dari peristiwa itu, saya menjadi berpikiran; "Kenapa tidak untuk terus mengembangkan dan belajar akan kegemaran baru saya ini, memasak". Maka, disini, di blog ini, saya ingin menyimpan catatan. Menyimpan momentum, menyimpan cerita dan kisah yang mungkin bisa berguna untuk siapa saja termasuk saya sendiri atau bahkan, kelak, anak saya bisa membaca catatan saya ini. Ya, siapa tahu ini bisa menjadi sesuatu yang membanggakan bagi anak saya.

Kedepannya, dalam semua hubungan dengan masakan-makanan dan apapun yang berhubungan dengan "isi perut", saya akan mengabadikannya disini. Berbagi, ya setidaknya itu bisa menjadi alasan lain dari catatan ini :)