28/03/17

Kari Ayam dari Pasar Tradisional



KAPAN TERAKHIR KALI BAPAK KE PASAR TRADISIONAL? Apa bapak ingat pengalaman masa kecil menemani ibu-nya ke pasar? Beranjak dewasa, mungkin pasar terganti dengan swayalan di dalam pikiran. Tak salah dengan paradigma itu. Tak salah juga kalau bapak mencoba kembali ke pasar, untuk mempersiapkan masakan makan siang sendiri. 

Keunggulan pasar tradisional itu banyak sekali pak! Harga murah, bisa ditawar, kualitas tetap terjamin segar. Tidak usah malu-malu mencoba rutinitas ini. Seru loh, pengalamannya bakal nagih. Saya sarankan untuk pergi di pagi hari untuk ke pasar. Pakai Havaianas, jangan berpenampilan terlalu mentereng, bisa-bisa bapak kena harga segambreng.


Ketika bapak berpikiran untuk memasak berbahan sayuran ataupun sifatnya yang ditanam, saran paling penting yang harus bapak ingat adalah coba lihat apa saja yang tersedia di pasar hari itu. Karena ketersediaan bahan makanan selalu dipengaruhi oleh pengiriman dari petani ke bandar. Petani juga turut di pengaruhi faktor musim, cuaca, panen atau malah gagal panen. Seperti industri fashion, bahan-bahan makanan juga mempunyai musimnya. 


Saran masakan pertama saya untuk bapak-bapak semuanya adalah mari membuat Sup Kari Ayam yang super-duper-simpel. Tak perlu mahal-mahal, tidak lebih dari Rp.30.000,00. bapak bisa belanja di pasar untuk membuat sup ini.




Cara membuatnya gampang sekali pak! Perhatikan sejenak.
1. Masukan air bening, santan kelapa, bumbu penyedap, dan bumbu kari ke dalam katel di atas kompor sampai panas mendidih.

2. Tambahkan potongan ayam, rebus selama 1 menit, lalu masukan potongan tahu, toge dan kacang kapri untuk selanjutnya direbus kembali dengan tambahan 2 menit. Selesai pak! Sajikan selagi panas. 



Mudah sekali bukan? Silahkan dicoba pak. Biar irit biaya hidup di akhir bulan.  (P)

· · ·