29/04/16

Open Table Brunch Bersama Danang dan Darto

Kebahagian yang sulit terungkap lewat tulisan.



PENYALUR HASRAT SAYA DALAM MEMASAK; OPEN TABLE, akhirnya bisa terwujud kembali setelah sekian lama tertidur. Ya beginilah, saya menjalankannya dengan senderhana, pelan-pelan. Saya tidak mau mendorong Open Table menjadi sebuah badan usaha sangat komersil yang mendatangkan laba besar dari setiap pagelarannya. Keep it underground.



Setelah diresapi dan mengingat kembali, ternyata konsep awal terbentuknya Open Table itu hanya ingin menyatukan orang untuk bersenang-senang ngobrol ngalor-ngidul dalam satu meja sambil menikmati makanan yang dimasak langsung di tempat. Hanya itu niatnya. Dan yakin juga sahabat sekaligus partner saya, Ipin (Arifin Windarman), menancapkan hal serupa dalam pikirannya. Meskipun sekarang, atas segala puji-Nya, Open Table berkembang menjadi bentukan yang sesuai harapan, jauh dari keadaan pertama kali acara ini digelar tahun 2012 silam. Koordinasi dapur sudah enak alurnya. Harga satu kursi sudah bisa di bandrol dengan kategori “lumayan”. Serta, satu predikat yang sudah diberikan oleh beberapa media sebagai “The First Indonesian Pop Up Dining Experience”. Bahagia.

MUNCULNYA OPEN TABLE DI AWAL TAHUN INI juga di dukung oleh banyak pihak. Jujur sebenarnya hal ini membuat saya kaget sekaligus “bingung” betapa banyak sekali aliran dukungan datang. Satu sisi saya sangat berterima kasih sekali kepada-Nya dan kepada orang-orang yang memberikan dukungan nyata. Saya sangat banyak berterima kasih, hatur nuhun, atas segala keiklasan dan dukungan yang luar biasa dari The Trans Luxury Hotel Bandung, Blue Bird Group, Mouton Resaturant, Sixteen Denim Scale, Amble footwear, Qub TV, Spasial, Matoa watch, dan Happy Go Lucky store. Saya bahagia.







Tidak hanya dari kalangan perusahaan besar, Open Table ini di dukung juga oleh tangan-tangan kreatif Indonesia. Ada teman baru dari Solo, Isa Indra Permana, yang memberikan coretan menarik dan menggelitik sekaligus menawan untuk ilustrasi poster. Semua kegiatan difoto rapih oleh teman lama semasa kuliah, Pandapotan Purba dari Medan. Selama perjalanannya Open Table tidak pernah di dokumentasikan dengan baik karena mana sempat kami memotret dikala sedang memasak, hehe. Untuk Lucky D. Aria dan Dewin dari Mouton restaurant, terima kasih atas suplai daging yang melimpah. Tidak lupa juga untuk Chef Iwan saya ucapkan terima kasih atas bantuan di dapur. Untuk asisten terbaik kami, Edo, oh betapa bertalentanya dia. Tanpa bantuan Edo mustahil semua bahan masakan sempurna disiapkan. Dari tahun 2012 Edo hadir membatu di bagian pelayanan, sekarang dia berada di posisi dapur. Menyenangkan. Oiya, untuk istri tercinta, Maradilla, ingin juga saya berterima kasih, telah membantu dalam menyambut semua tamu. Love you mam.

Selain itu, acara bisa berjalan dengan mengalir tanpa halangan karena kami tidak lagi kesulitan dalam mengumpulkan pinjaman segala peralatan yang dibutuhkan. Sedikit rezeki semakin terkumpul, lambat-laun bisa menghasilkan kursi, kompor profesional, piring, alat makan yang komplit serta peralatan masak yang memadai. Pengerjaan desain dan lay-out untuk promosi dan percetakan, menjalin relasi, pembelian bahan, prepare bahan-bahan masakan, dekorasi meja, dan semua halnya puji syukur bisa dikerjakan dengan tidak  mengganggu kondisi kesehatan badan. Pun dengan Ipin, dalam keadaan kurang baik namun tampil prima dengan kaki yang sedang pemulihan keseleo. Kami berdua, saya dan Ipin,  bahagia. 


DALAM MENJALANI KEHIDUPAN INI, seringkali saya nekat. Bagi saya nekat itu hadir karena niat yang kuat. Tentu juga disertai dengan kenyakinan. Saya nekat mencoba mencari dan menghubungi Danang-Darto. Ter-koneksi-lah dengan manajernya yang ternyata teman lama, Renggo. Saya nekat mengajukan kerja sama dengan hotel besar untuk fasilitas bintang tamu, ujungnya kontrak setahun telah ditanda-tangani dengan The Trans Luxury Hotel Bandung. Saya nekat mengenalkan diri ke Blue Bird Group ketika perusahaan ini sedang menggelar acara, hari itu juga saya ungkapkan pemikiran saya, hari itu juga mereka tertarik untuk mendukung Open Table. Semesta sepertinya sedang memberikan kehangatan yang terbaik untuk saya. Jalinan partikel yang terurai dengan natural secara tidak kebetulan berakhir dengan ujung yang saling mengikat. Bahagia rasanya.



Diselenggarakan di sebuah gudang bekas penyimpanan senjata, didatangi oleh 50 tamu yang sebagian besar tidak saling kenal, dan Danang-Darto yang menghibur. Ngobrol sana-sini, tertawa, celetuk, coleteh, klik sana, klik sini. Sangat bahagia sekali rasanya bisa merasakan kembali kebahagian yang begitu, hmm, apa ya, sulit untuk mengungkapkan bayak kata dalam bentuk tuliskan. Sangat sulit. Biarlah kebahagian itu tersimpan dengan baik di pikiran saya dan semua orang yang menghadiri Open Table di 31 Januari 2016 kemarin itu. Kebahagian akan selalu ada juga acapkali saya melihat rekaman gerak gambar yang dibuat oleh Eric Liem dari QUB tv ini: bit.ly/1MtmsYk I'm feeling blessed and happy. H-A-P-P-Y.   (P)

···