17/04/13

Temu Kangen Mie Instan


Setelah bertahun-tahun tidak makan mie instan, tenyata kangen juga dengan mie kebanggaan Indonesia itu. Saat sore, rumah diguyur hujan yang deras, mie instan menjadi lamunan yang indah untuk dibayangkan.

 
Istri doyan sekali keju, beda dengan saya yang kadang merasa keju menjadi perusak suasana sebuah rasa. Karakter yang (umumnya) tajam jika saja tidak pas digunakan dan tidak cocok digabungkan dengan bahan lain kadang membuat saya enggan untuk memakannya. Bagi saya mie instan kuah maupun goreng dengan keju berlebihseperti banyak yang dijual di pingiran jalanmerupakan skenario terburuk yang untungnya disukai banyak orang. Tidak pernah ada yang salah jika sudah menyangkut selera, itu sebuah hak mutlak pribadi masing-masing manusia yang rasanya akan sulit untuk disamakan.

Dimana-mana hidup bersama tentu harus banyak melakukan kompromi. Menyadari istri tergila-gila keju, namun daripada saya harus makan mie berkuah dengan campuran keju akhirnya tercetuslah sebuah kesepakatan untuk membuat makanan ber-mie dengan kandungan keju yang berlimpah. Jadinya bukan lagi mie pakai keju, tapi keju pakai mie, ha. Tepatnya sih, mungkin, namanya: Keju Panggang Dengan Mie. 

Memasak hidangan ini prosenya tidak sulit. Yang harus dilakukan pertama kali yaitu merebus 2 bungkus mie instan dengan baik: tidak terlalu lembek. Setelah diangkat dari air rebusan, saya tiriskan lalu mengguyurnya dengan air dingin supaya mie tidak makin mengembang.

Lalu saya persiapkan isiannya dengan memanaskan sebuah wajan ber-olive oil dan memasukan cacahan 1/2 butir bawang bombay dan 1/2 butir paprika, memasaknya sampai layu. Setelah itu saya masukan potongan pepperoni, mengosengnya dengan merata, lalu menyisihkannya.

Selesai mempersiapkan isian, saya panaskan wajan lain yang bersih lalu memasukan 100 gram unsalted butter, memasukan 1/2 cup all-purpose flour, sejumput garam dan merica, lalu memasukan susu segar dan parutan keju cheddar sedikit demi sedikit, perlahan mengaduknya terus-menerus sampai adonan terasa halus dan mengental. 

Setelah adonan keju-susu itu mengental lalu saya mencampurkannya dengan rebusan mie instan dan osengan bawang bombay yang pertama. Setelah semuanya tercampur merata, saya pindahkan ke wadah untuk di-oven lalu menutupi bagian atasnya dengan saus tomat dan taburan keju parut. Saya panggang kurang lebih 30-45 menit. Selesai.

Pertama kali melihat hasil akhir hidangan ini, yang langsung terlintas di benak saya adalah mac and cheese! Ahaha. Bentuknya, teksturnya, dan hmm mungkin rasanya sebelas-duabelas dengan mac and cheese. Nah itulah yang selalu saya rasakan, ketika hidangan tercampur dengan banyak keju, ya, jadinya akan begitu-begitu saja. Tapi karena sudah diniatkan dari awal bahwa saya akan makan keju panggang, rasanya menjadi tidak masalah hidangan ini masuk ke mulut, hehehe.

Ditemani dengan teh tawar panas, keju panggang mie ini sukses mengobati kekangenan dan menghangatkan tubuh dikala hujan sore hari. Ini adalah sebuah alternatif untuk menikmati mie instan. — (P)